PhotobucketMenyembelih hewan qurban pada hari raya idul Adha dan hari tasrik bagi umat Islam merupakan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Bahkan ada sebuah hadist yang menekankan bahwa sedekah yang paling utama di hari itu adalah qurban , Hadist Ibnu Abbas Rasulullah bersabda:”Tiada sedekah uang yang lebuh mulia dari yang dibelanjakan untuk qurban di hari raya Adha”(H.R. Dar Qutni).

Akan tetapi, kita sering kali mendapati penyembelihan dan distribusi qurban hanya terpusat pada beberapa daerah saja. Sedangkan daerah yang lain sangat sedikit qurban yang disembelih atau bahkan tidak ada qurban sama sekali. Hal ini disebabkan oleh salah satunya adalah teknis distribusi dan keterbatasan pengelola untuk mendistribusikan serta mengelola hewan qurban ke daerah minus qurban.

Untuk itu, LAZIS UNS menawarkan kerjasama kepada donatur personal, lembaga, perusahaan dan pihak-pihak lain untuk mendistribusikan dan mengelola qurban ke daerah-daerah yang kekurangan. Dengan cara seperti ini, diharapkan ibadah qurban dirasakan juga oleh masyarakat dan daerah yang minim hewan qurban maupun Continue reading ‘ayo Berqurban…’


Jl. Ir. Sutami

04Mar11

Jalan Ir Sutami, jalan yang membentang ke timur dari Pedaringan sampai Jembatan Jurug ini cukup populer di Solo. Jalan yang termasuk kelas II ini tiap harinya dibebani dengan berbagai jenis kendaraan siang dan malam. Kepopuleran jalan ini karena jalan inilah yang menjadi alamat kampus pusat UNS.

Boleh jadi, Anda yang saat ini menjadi dosen, karyawan atau mahasiswa UNS tidak asing lagi dengan nama jalan ini karena Anda setiap hari melewatinya. Akan tetapi tahukah Anda siapa sebenarnya Ir. Sutami yang menjadi nama jalan di Solo dan beberapa nama fasilitas umum di Indonesia ini ?

Ir. Sutami, seorang Menteri Pekerjaan Umum (PU) di masa Soeharto. Terus menjabat sebagai menteri PUdari Kabinet Dwikora I, II, Kabinet Ampera, bahkan sampai Kabinet Pembangunan. Tidak seperti kebanyakan menteri-menteri sekarang, beliau tidak berasal dari partai, ia seorang insinyur yang kemudian menjabat dalam bidang yang dikuasainya.

 

Yang menarik dari beliau, walaupun menjabat sebagai pemimpin di departemen yang anggarannya besar, atau bisa dibilang sangat besar, ia dikenal sbagai “menteri termiskin di dunia”. Bahkan sempat ada kabar ia menderita penyakit ‘kurang gizi’- atau saat ini dikenal dengan sebutan “gizi buruk”- Pernah rumahnya yang ada di Solo pernah dicabut aliran listriknya Continue reading ‘Jl. Ir. Sutami’


Dalam sesi Tanya jawab saat pengajian ada salah seorang jamaah bertanya “Jika kita melaksanakan sholat di bulan, kita menghadap ke mana ? “ Seperti ada yang memberi komando, banyak peserta pengajian yang lain tertawa geli dengan pertanyaan tadi meskipun ada pula yang sangat antusias mendengar jawaan dari sang ustadz. Kejadian di atas mungkin pernah kita alami di pengajian atau di pertemuan ilmiyah lainnya. Terkadang suatu pertanyaan sepintas terlihat sebagai pengetahuan tentang agama, tetapi sebenarnya agama tidak merestuinya. Contoh lain misalnya tentang pertanyaan dan jawaban yang ditulis oleh Imam Ghazali mengenai puasa. Seseorang bertanya: “Apakah Anda puasa ?” apabila Anda menjawab “ya”, maka jawaban ini dapat menimbulkan rasa sombong atau riya’. Namun apabila Anda menjawab “tidak” sedangkan anda saat itu berpuasa, maka Anda telah bohong. Bila Anda diam saja dan tidak menjawab Anda akan dinilai angkuh, dan bila Anda akan menjawab diplomatis maka Anda akan dipaksa memeras otak untuk menemukan redaksi yang tepat. Dalam tuntunan Islam, bertanya pun diatur agar kita tidak bertanya sembarangan. “Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu menanyakan hal-hal yang jika diterangkan kepada kamu, maka (hal itu) akan menyusahkanmu” (QS 5:101). Jadi kembali kepertanyaan salah seorang jamaah pengajian di atas, lalu sang ustadz menjawab: “Masalah ini akan kita bahas jika sudah ada seorang Muslim yang mendarat di bulan, sedangkan ia binggung saat sholat mau menghadap ke mana”. (ilustrasi dari sini)


Seperti tahun-tahun (atau bulan-bulan) sebelumnya Apkomindo (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia) menggelar pameran computer di kota Solo, tepatnya pada  2-6 Juni 2010 di Diamond Convention Center Solo. Acara yang dihadiri lebih dari 48 ribu pengunjung itu diikuti oleh vendor-vendor computer terkenal di Indonesia.

Sayangnya, seperti tahun-tahun sebelumnya yang saya rasakan pemainnya masih sama. Komoditi yang dipasarkan masih hampir sama juga. Barang-barang IT yang dijual berkisar laptop, notebook, printer, monitor dan barang-barang IT yang familiar dengan kita.

Sebenarnya, alasan saya datang ke sana Cuma ingin mencari dan membeli keyboard berwarna putih, yang akhirnya tidak saya temukan Continue reading ‘Pameran Komputer yang Kurang Mendidik’


Saat ini, kita menemukan berapa banyak konflik terjadi hanya karena masalah perkataan. Misalnya bulan lalu ada salah seorang mahasiswa peguruan tinggi ternama menuliskan perkataan kekesalannya yang bernuansa SARA di dalam status facebooknya sehingga menuai protes dari kalangan lain yang merasa diremehkan. Dan banyak lagi masalah-masalah seperti itu akhir-akhir ini.

Perkataan yang baik maupun yang buruk tentunya berasal dari hati orang yang menyatakan. Lisan manusia sering kali tidak terkontrol karena hati diliputi oleh hawa nafsu yang buruk, sehingga perkataan yang muncul pun terkadang tidak mempedulikan yang mendengar atau membaca. Kadang kala, kekasaran dalam bahasa lisan mudah ditolerir oleh pendengar karena memaklumi bahwa bahasa lisan biasanya bersifat spontan dan kadang susah ‘diedit’ setelah perkataan tersebut keluar. Berbeda dengan perkataan dalam bentuk tulisan, tentu saja si penulis harus berfikir dua kali untuk menuliskan perkataannya tadi. Si penulis dapat dengan mudah berulang kali membaca, mengedit, menyempurnakan, Continue reading ‘Bahasa Tulis Seharusnya Lebih Sopan’


Sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang telah dipercaya masyarakat, LAZIS UNS melakukan usaha-usaha untuk menyalurkan Zakat, Infaq dan Shodaqoh secara amanah dan sesuai syariah. Apa lagi dana zakat merupakan dana yang cukup banyak aturan penyalurannya, bahkan diatur tersendiri dalah Al-Qur’an yang kita kenal sebagai delapan asnaf.
Allah SWT telah menentukan mustahik zakat di dalam firman-Nya dalam surah At-Taubah ayat 60. Atas dasar ini, pengelola zakat tidak diperkenankan menyalurkan hasil pemungutan zakat kepada pihak lain di luar mustahik yang delapan di atas. Di sini, terdapat sebuah kaidah umum, bahwa pengelola zakat dalam melakukan pengalokasian, mereka harus mempertimbangkan kemaslahatan umat Islam semampunya. Dalam kaitan ini, pengelola zakat menghadapi beberapa masalah yang perlu dijelaskan, yaitu bagaimana mendistribusikan zakat kepada mustahik yang delapan. Dalam hal ini, para ulama ahli fikih telah membuat beberapa kaidah yang dapat membantu pengelola zakat dalam menyalurkan zakat, di antaranya adalah sebagai berikut:

Alokasi atas dasar kecukupan dan keperluan.

Sebagian ulama fikih berpendapat bahwa pengalokasian zakat kepada mustahik yang delapan haruslah berdasarkan tingkat kecukupan dan keperluannya masing-masing. Dengan menerapkan kaidah ini, maka akan terdapat surplus pada harta zakat, seperti yang terjadi pada masa pemerintahan Umar bin Khathab, Utsman bin Affan, dan Umar bin Abdul Aziz. Jika hal itu terjadi maka didistribusikan kembali, sehingga dapat mewujudkan kemaslahatan kaum muslimin seluruhnya. Atau, mungkin juga akan mengalami defisit (kekurangan), dimana pada saat itu, pengelola boleh menarik pungutan tambahan dari orang-orang yang kaya dengan syarat tertentu sebagai berikut: Continue reading ‘Kaidah pokok penyaluran zakat’


Beberapa kitab sirah (sejarah) dan tafsir menjeaskan bahwa ketika turun ayat 245 Surat Al-Baqarah “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak”. Abu Dahdah Al-Anshari ra bertanya kepada Rasulullah saw, “Ya Rasul, Apakah Allah menginginkan agar kami meminjamkan kepada-Nya ?” Rasulullah menjawab, “Benar, Wahai Abu Dahdah.” Lalu Abu Dahdah berkata kepada beliau, “Perlihatkan tanganmu ya Rasul.                “ Lalu beliau menyodorkan tangannya kepada Abu Dahdah dan Abu Dahdah berkata, “Saksikanlah wahai Rasul, bahwa aku telah meminjamkan kebunku untuk Rabbku.”

Setelah itu Abu Dahdah pergi ke kebunnya. Di sana ada istri dan anak-anaknya. Ia memanggil istri dan anak-anaknya. “Hai istriku.” Isrinya menjawab, “ya” Abu Dahdah berkata, “Keluarlah engkau dan anak-anak dari kebun ini. Sesungguhnya aku telah meminjamkan kebun ini kepada Allah.” Istrinya menjawab, “Beruntunglah jual belimu itu, wahai Abu Dahdah.” Lalu istri dan anak-anaknya keluar dari kebun dan mengeluarkan kurma yang mereka kunyah dan kurma yang ada di kantong mereka lalu meletakkannya di kebun. Lalu Rasulullah bersabda, “Betapa banyak tandan anggur yang lebat untuk Abu Dahdah di surga Continue reading ‘Pinjaman Terbaik’