Adanya publikasi riset  bahwa Masjid Nurul Huda UNS menjadi tempat berkembangnya radikalisme perlu dikaji kembali. Beberapa kesimpulan penelitian tersebut dimuat dalam harian Republika Jum’at 8 Januari 2010 dengan judul ‘Penelitian: Radikalisme Masuki Masjid’.  Sumber berita tersebut merupakan hasil dari riset CSRC (Center for the Study of Religion and Culture) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di beberapa masjid di Solo beberapa bulan yang lalu.

Riset  dengan tajuk Pemetaan Ideologi Masjid-masjid di Solo tersebut merupakan tindak lanjut dari riset sebelumnya, yaitu pemetaan terhadap ideologi masjid yang ada di Jakarta. Sepuluh masjid yang menjadi objek riset tersebut adalah Masjid Kottabarat (Muhammadiyah) dan Masjid Al Firdaus (NU) yang dimasukkan dalam kategori masjid yang ada di bawah naungan ormas Islam besar. Lalu, Masjid Al Islam Gumuk dan Al-Kahfi Hidayatullah. Continue reading ‘Radikalisme Masuki Masjid Nurul Huda UNS ?’


By Anwar Ibrahim

Malaysia has once again resurfaced in international headlines for the wrong reasons. Over the last two weeks, arsonists and vandals attacked 10 places of worship, including Christian churches and Sikh temples. Though there were no injuries and the material damage is reparable, the same cannot be said about the emotional and psychological scars left behind. After numerous conflicting statements from government officials, the underlying causes of the violence are still unaddressed. Malaysia’s reputation as a nation at peace with its ethnic and religious diversity is at stake. Continue reading ‘Muslims Have No Monopoly over ‘Allah’’


Desain meja kerja yang kreatif, di mana rak dan meja menjadi satu dan dapat di tutup seperti lemari. Penambahan roda di bawah meja dan rak ini memudahkan pemiliknya jika sewaktu-waktu ingin merubah suasana..

sumber: dari sini


1. Bangunlah segera untuk melakukan sholat apabila mendengara adzan walau bagaimanapun keadaannya.

2. Baca, Telaah dan dengarkan Al-Quran atau dzikirlah kepada Allah dan janganlah engkau menghambur-hamburkan waktumu dalam masalah yang tidak ada manfaatnya.

3. Bersungguh-sungguhlah untuk bisa berbicara dalam bahasa Continue reading ‘10 Wasiat Hasan Al Banna : Semoga Bermanfaat’


Penetapan tahun Hijriyah merupakan tanda dimulainya pembentukan masyarakat yang Islam, yaitu setelah hijrahnya Nabi Muhammad saw. (shallallaahu alaihi wasallam) dari Mekah menuju Madinah. Penentuan dan penanggalan tahun hijriah belum dimulai sejak itu, akan tetapi baru dicanangkan di masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khathab r.a., pada sekitar tahun ketiga atau keempat masa pemerintahannya.

Pada waktu itu, sahabat Abu Musa Al-Asy’ary menulis surat kepada Umar bin Khathab selaku khalifah, yang isinya bahwa Umar memberikan beberapa kitab kepadanya yang tiada tertera tanggalnya. Lalu, Khalifah Umar mengumpulkan para sahabat dan bermusyawarah dengan mereka tentang penanggalan Islam. Sebagian perpendapat agar memberikan penanggalan seperti penanggalan orang-orang Qurthubi, maka sebagian sahabat tidak menghendaki hal itu. Sebagian yang lain berpendapat agar penanggalan Islam seperti penanggalan Romawi, maka sahabat yang lain juga menolak hal ini. Ada yang usul agar penanggalan dimulai berdasarkan kelahiran Nabi Shallallaahu Alaihi Wasallam, ada juga yang berpendapat agar dimulai sejak hijrahnya Nabi Shallallaahu Alaihi Wasallam dari Mekah menuju Madinah. Continue reading ‘Antara Hijriyah dan Masehi’


Alhamdulillah, sebelumnya saya sangat bersyukur dapat mengikuti lomba desain bagi para follower twitter @tifsembiring  ini. Walaupun masalah desain-mendesain bagi saya sekadar hobi, tidak ada salahnya saya mencoba unjuk gigi di kompetisi ini.

Penjelasan desain Continue reading ‘Lomba Desain Tshirt #bingkisanutkfollowers’


Peranan agama dalam kehidupan masyarakat amat ditentukan oleh pandangan masyarakat itu tentang agama. Pandangan itulah yang akan menentukan peranan agama dalam masyarakat. Dalam Islam, agama seharusnya memegang peranan penting. Islam datang untuk mengubah masyarakat menuju kualitas hidup yang lebih baik, seperti tercrermin dalam tingkat ketaatan yang tinggi kepada Allah subhanawata’ala., pengetahuan tentang syariat dan terlepasnya umat dari beban kemiskinan, kebodohan dan penyakit sosial lainnya, serta berbagai macam belenggu yang memasung kebebasan mereka. Islam memandang bahwa pembangunan harus dimuali dengan perubahan individual yang disusul dengan perubahan institusional. Tugas pembangunan dalam Islam adalah tugas yang mulia, yang tidak jarang melebihi tugas-tugas keagamaan yang bersifat ritual.

Untuk mewujudkan tugas agama yang demikian mulia itu, beberapa pakar memandang perlu membangun suatu kerangka teologis baru yang dapat memerankan agama sesuai dengan misi mulianya dalam membangun masyarakat yang adil, makmur, terbuka dan demokratis, egaliter, merdeka, cerdas dan Continue reading ‘Islam: Down to Earth’