<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>sekadar berbagi kata</title>
	<atom:link href="http://akucatur.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akucatur.wordpress.com</link>
	<description>hidupituberbagikata</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Oct 2011 02:32:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='akucatur.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>sekadar berbagi kata</title>
		<link>http://akucatur.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://akucatur.wordpress.com/osd.xml" title="sekadar berbagi kata" />
	<atom:link rel='hub' href='http://akucatur.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>ayo Berqurban&#8230;</title>
		<link>http://akucatur.wordpress.com/2011/10/04/ayo-berqurban/</link>
		<comments>http://akucatur.wordpress.com/2011/10/04/ayo-berqurban/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2011 02:26:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>catur w</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan akhir bulan]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[program LAZIS UNS]]></category>
		<category><![CDATA[Program LAZIS UNS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akucatur.wordpress.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Menyembelih hewan qurban pada hari raya idul Adha dan hari tasrik bagi umat Islam merupakan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Bahkan ada sebuah hadist yang menekankan bahwa sedekah yang paling utama di hari itu adalah qurban , Hadist Ibnu Abbas Rasulullah bersabda:”Tiada sedekah uang yang lebuh mulia dari yang dibelanjakan untuk qurban di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akucatur.wordpress.com&amp;blog=6247427&amp;post=159&amp;subd=akucatur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><a href="http://s1189.photobucket.com/albums/z421/lazisuns/?action=view&amp;current=qurban-1.jpg" target="_blank"><img class="alignleft" style="border:0 none;" src="http://i1189.photobucket.com/albums/z421/lazisuns/qurban-1.jpg" alt="Photobucket" width="267" height="531" border="0" /></a>Menyembelih hewan qurban pada hari raya idul Adha dan hari tasrik bagi umat Islam merupakan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Bahkan ada sebuah hadist yang menekankan bahwa sedekah yang paling utama di hari itu adalah qurban , Hadist Ibnu Abbas Rasulullah bersabda:”<em>Tiada sedekah uang yang lebuh mulia dari yang dibelanjakan untuk qurban di hari raya Adha”</em>(H.R. Dar Qutni).</p>
<p>Akan tetapi, kita sering kali mendapati penyembelihan dan distribusi qurban hanya terpusat pada beberapa daerah saja. Sedangkan daerah yang lain sangat sedikit qurban yang disembelih atau bahkan tidak ada qurban sama sekali. Hal ini disebabkan oleh salah satunya adalah teknis distribusi dan keterbatasan pengelola untuk mendistribusikan serta mengelola hewan qurban ke daerah minus qurban.</p>
<p>Untuk itu, LAZIS UNS menawarkan kerjasama kepada donatur personal, lembaga, perusahaan dan pihak-pihak lain untuk mendistribusikan dan mengelola qurban ke daerah-daerah yang kekurangan. Dengan cara seperti ini, diharapkan ibadah qurban dirasakan juga oleh masyarakat dan daerah yang minim hewan qurban maupun <span id="more-159"></span>tidak ada qurban.</p>
<p><strong>Waktu Pelaksanaan</strong></p>
<p>6- 9 November 2011 (hari raya Idul Adha dan 3 hari tasyrik)</p>
<p><strong>Rencana Lokasi pelaksanaan (35 Lokasi) :</strong></p>
<ol>
<li>Kabupaten Sragen : 4 lokasi</li>
<li>Kabupaten Boyolali : 4 lokasi</li>
<li>Kabupaten Klaten : 5 lokasi</li>
<li>Kabupaten Sukoharjo : 3 lokasi</li>
<li>Kabupaten Karanganyar : 5 lokasi</li>
<li>Kabupaten Wonogiri : 3 lokasi</li>
<li>Kota Solo : 5 Lokasi</li>
<li>Lainnya : 10 Lokasi<!--more--></li>
</ol>
<p><strong>Pelaksana / relawan</strong></p>
<p>- Relawan LAZIS UNS</p>
<p>- Jamaah Nurul Huda – Unit kegiatan Mahasiswa Islam UNS</p>
<p>- Syiar kegiatan Islam Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS</p>
<p>- Sie Kerohanoian Islam FKIP UNS</p>
<p>- Takmir masjid daerah-daerah yang ditunjuk</p>
<p><strong>Cara Berpartisipasi:</strong></p>
<ol>
<li>Langsung berupa hewan qurbandomba/kambing atau sapi. Dengan biaya operasional per sapi Rp 350.000,- dan biaya operasional per kambing/domba Rp 50.000,-</li>
<li>Titip dana untuk membeli hewan qurban :</li>
</ol>
<p>- Qurban domba/kambing @ Rp 880.000,-</p>
<p>- Qurban sapi @ Rp 8.800.000</p>
<ol>
<li>Infaq pendukung acara Qurban sampai pelosok</li>
<li>Sponsor</li>
</ol>
<p><strong>Mitra pengadaan hewan qurban:</strong></p>
<p>Pengadaan hewan qurban dari 400 plasma / peternak domba dan sapi di wilayah Kabupaten Magelang dan Kabupaten Temanggung yang dikelola dan dikoordinir oleh Lembaga Al-Akutsar (<a href="http://www.dombamagelang.com/">www.dombamagelang.com</a>)</p>
<p>Formulir partisipasi bisa Anda download <a href="http://www.mediafire.com/?7wzhzwsboyzhcyn" target="_blank">DI SINI</a></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akucatur.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akucatur.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akucatur.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akucatur.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akucatur.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akucatur.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akucatur.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akucatur.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akucatur.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akucatur.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akucatur.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akucatur.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akucatur.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akucatur.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akucatur.wordpress.com&amp;blog=6247427&amp;post=159&amp;subd=akucatur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akucatur.wordpress.com/2011/10/04/ayo-berqurban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/323bdc554141c1c2e82bb0a1add79aca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akucatur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i1189.photobucket.com/albums/z421/lazisuns/qurban-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Photobucket</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jl. Ir. Sutami</title>
		<link>http://akucatur.wordpress.com/2011/03/04/jl-ir-sutami/</link>
		<comments>http://akucatur.wordpress.com/2011/03/04/jl-ir-sutami/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Mar 2011 03:04:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>catur w</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan akhir bulan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akucatur.wordpress.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[Jalan Ir Sutami, jalan yang membentang ke timur dari Pedaringan sampai Jembatan Jurug ini cukup populer di Solo. Jalan yang termasuk kelas II ini tiap harinya dibebani dengan berbagai jenis kendaraan siang dan malam. Kepopuleran jalan ini karena jalan inilah yang menjadi alamat kampus pusat UNS. Boleh jadi, Anda yang saat ini menjadi dosen, karyawan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akucatur.wordpress.com&amp;blog=6247427&amp;post=154&amp;subd=akucatur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jalan Ir Sutami, jalan yang membentang ke timur dari Pedaringan sampai Jembatan Jurug ini cukup populer di Solo. Jalan yang termasuk kelas II ini tiap harinya dibebani dengan berbagai jenis kendaraan siang dan malam. Kepopuleran jalan ini karena jalan inilah yang menjadi alamat kampus pusat UNS.</p>
<p>Boleh jadi, Anda yang saat ini menjadi dosen, karyawan atau mahasiswa UNS tidak asing lagi dengan nama jalan ini karena Anda setiap hari melewatinya. Akan tetapi tahukah Anda siapa sebenarnya Ir. Sutami yang menjadi nama jalan di Solo dan beberapa nama fasilitas umum di Indonesia ini ?</p>
<p>Ir. Sutami, seorang Menteri Pekerjaan Umum (PU) di masa Soeharto. Terus menjabat sebagai menteri PUdari Kabinet Dwikora I, II, Kabinet Ampera, bahkan sampai Kabinet Pembangunan. Tidak seperti kebanyakan menteri-menteri sekarang, beliau tidak berasal dari partai, ia seorang insinyur yang kemudian menjabat dalam bidang yang dikuasainya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yang menarik dari beliau, walaupun menjabat sebagai pemimpin di departemen yang anggarannya besar, atau bisa dibilang sangat besar, ia dikenal sbagai “menteri termiskin di dunia”. Bahkan sempat ada kabar ia menderita penyakit ‘kurang gizi’- atau saat ini dikenal dengan sebutan “gizi buruk”- Pernah rumahnya yang ada di Solo pernah dicabut aliran listriknya <span id="more-154"></span>karena tidak bisa membayar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Para wartawan di tahun ‘70-an memunyai keluhan panjang kalau mengikuti beliau meninjau daerah terpecil. Karena kalau perlu, berjalan kaki lebih dari enam jam! Tubuhnya yang kurus basah oleh keringat, senyumnya jarang terlihat. Tapi tidak selalu tampak serius menakutkan atau angker. Bahkan ketika Proyek Listrik Tenaga Air di Maninjau, Sumatra Barat, yang diperkirakan tak akan bisa dibuat akhirnya berhasil, beliau menggendong pimpro. Pak Menteri menggendong anak buahnya, sebagai penghargaan, sebagai kekaguman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Tukang insinyur” ini ikut pula membidani lahirnya Fakultas Teknik Universitas Indonesia, serta munculnya dan beroperasinya jalan tol yang sekarang dikenal sebagai tol Jagorawi. Kapasitas profesionalnya melampaui keberadaannya sebagai pejabat negara dan dinamika yang dilahirkan.</p>
<p>Seperti munculnya tenaga profesional, dan tetap begitu ketika menjadi badan usaha negara. Kualitas profesionalnya, kerendahan hati dari pribadi, kebersamaan dengan rakyat, seakan menjadikan “menteri ajaib”.  Lebih dari itu, pada masanya, tak ada soal aib, tak ada kasus korupsi yang disangkutkan dengan wewenangnya. Semua berjalan mulus, lurus, tulus.</p>
<p>Pak Tami, demikian sebutan hormatnya, meninggal dalam usia masih muda, 52 tahun, pada tanggal 13 November 1980. Jasa-jasanya, amal baik, menemukan tempatnya di hati rakyat secara luas.</p>
<p>Sedemikian bergemanya hingga bukan hanya bendungan besar yang memakai namanya, melainkan juga waduk-waduk biasa di sepanjang Sungai Brantas dan jalan-jalan yang bukan jalan utama memakai namanya. Belum terhitung bangunan, atau tempat-tempat tertentu, yang memakai nama beliau secara spontan.</p>
<p>Kini, nama Ir.Sutami yang menjadi nama jalan depan kampus UNS hendaknya menjadi teladan. Teladan profesionalisme dan kesederhanaan. Menjadi sebuah harapan besar , saat UNS juga melahirkan Pak Tami-Pak Tami masa depan. (enha- sumber: koran-jakarta.com)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akucatur.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akucatur.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akucatur.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akucatur.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akucatur.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akucatur.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akucatur.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akucatur.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akucatur.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akucatur.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akucatur.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akucatur.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akucatur.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akucatur.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akucatur.wordpress.com&amp;blog=6247427&amp;post=154&amp;subd=akucatur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akucatur.wordpress.com/2011/03/04/jl-ir-sutami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/323bdc554141c1c2e82bb0a1add79aca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akucatur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Arah Qiblat di Bulan ?</title>
		<link>http://akucatur.wordpress.com/2010/11/12/arah-qiblat-di-bulan/</link>
		<comments>http://akucatur.wordpress.com/2010/11/12/arah-qiblat-di-bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Nov 2010 03:25:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>catur w</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[waktu senggang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akucatur.wordpress.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sesi Tanya jawab saat pengajian ada salah seorang jamaah bertanya “Jika kita melaksanakan sholat di bulan, kita menghadap ke mana ? “ Seperti ada yang memberi komando, banyak peserta pengajian yang lain tertawa geli dengan pertanyaan tadi meskipun ada pula yang sangat antusias mendengar jawaan dari sang ustadz. Kejadian di atas mungkin pernah kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akucatur.wordpress.com&amp;blog=6247427&amp;post=147&amp;subd=akucatur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akucatur.files.wordpress.com/2010/11/moon.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-148" title="moon" src="http://akucatur.files.wordpress.com/2010/11/moon.jpg?w=202&#038;h=136" alt="" width="202" height="136" /></a>Dalam sesi Tanya jawab saat pengajian ada salah seorang jamaah bertanya “Jika kita melaksanakan sholat di bulan, kita menghadap ke mana ? “ Seperti ada yang memberi komando, banyak peserta pengajian yang lain tertawa geli dengan pertanyaan tadi meskipun ada pula yang sangat antusias mendengar jawaan dari sang ustadz.   Kejadian di atas mungkin pernah kita alami di pengajian atau di pertemuan ilmiyah lainnya. Terkadang suatu pertanyaan sepintas terlihat sebagai pengetahuan tentang agama, tetapi sebenarnya agama tidak merestuinya. Contoh lain misalnya tentang pertanyaan  dan jawaban yang ditulis oleh Imam Ghazali mengenai puasa. Seseorang bertanya: “Apakah Anda puasa ?” apabila Anda menjawab “ya”, maka jawaban ini dapat menimbulkan rasa sombong atau riya’. Namun apabila Anda menjawab “tidak” sedangkan anda saat itu berpuasa, maka Anda telah bohong. Bila Anda diam saja dan tidak menjawab Anda akan dinilai angkuh, dan bila Anda akan menjawab diplomatis maka Anda akan dipaksa memeras otak untuk menemukan redaksi yang tepat.  Dalam tuntunan Islam, bertanya pun diatur agar kita tidak bertanya sembarangan. “Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu menanyakan hal-hal yang jika diterangkan kepada kamu, maka (hal itu) akan menyusahkanmu” (QS 5:101).  Jadi kembali kepertanyaan salah seorang jamaah pengajian di atas, lalu sang ustadz menjawab: “Masalah ini akan kita bahas jika sudah ada seorang Muslim yang mendarat di bulan, sedangkan ia binggung saat sholat mau menghadap ke mana”. (ilustrasi dari <a href="http://www.google.co.id/imglanding?imgurl=http://i205.photobucket.com/albums/bb98/rkmancer/26Sept07_SaguaroMoon.jpg&amp;imgrefurl=http://forum.kafegaul.com/showthread.php%3Ft%3D175742&amp;h=540&amp;w=800&amp;sz=94&amp;tbnid=xzGulC0U3kab9M:&amp;tbnh=97&amp;tbnw=143&amp;prev=/images%3Fq%3Dmoon&amp;zoom=1&amp;q=moon&amp;hl=id&amp;usg=__oD0XbQ8-Qd5S0sLevjvR20Nf1Us%3D&amp;sa=X&amp;ei=irLcTOTVOYb0caaI0cMG&amp;ved=0CCEQ9QEwAw">sini</a>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akucatur.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akucatur.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akucatur.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akucatur.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akucatur.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akucatur.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akucatur.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akucatur.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akucatur.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akucatur.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akucatur.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akucatur.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akucatur.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akucatur.wordpress.com/147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akucatur.wordpress.com&amp;blog=6247427&amp;post=147&amp;subd=akucatur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akucatur.wordpress.com/2010/11/12/arah-qiblat-di-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/323bdc554141c1c2e82bb0a1add79aca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akucatur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://akucatur.files.wordpress.com/2010/11/moon.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">moon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pameran Komputer yang Kurang Mendidik</title>
		<link>http://akucatur.wordpress.com/2010/06/11/pameran-komputer-yang-kurang-mendidik/</link>
		<comments>http://akucatur.wordpress.com/2010/06/11/pameran-komputer-yang-kurang-mendidik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2010 02:00:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>catur w</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide Saja]]></category>
		<category><![CDATA[waktu senggang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akucatur.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Seperti tahun-tahun (atau bulan-bulan) sebelumnya Apkomindo (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia) menggelar pameran computer di kota Solo, tepatnya pada  2-6 Juni 2010 di Diamond Convention Center Solo. Acara yang dihadiri lebih dari 48 ribu pengunjung itu diikuti oleh vendor-vendor computer terkenal di Indonesia. Sayangnya, seperti tahun-tahun sebelumnya yang saya rasakan pemainnya masih sama. Komoditi yang dipasarkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akucatur.wordpress.com&amp;blog=6247427&amp;post=143&amp;subd=akucatur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti tahun-tahun (atau bulan-bulan) sebelumnya Apkomindo (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia) menggelar pameran computer di kota Solo, tepatnya pada  2-6 Juni 2010 di Diamond Convention Center Solo. Acara yang dihadiri lebih dari 48 ribu pengunjung itu diikuti oleh vendor-vendor computer terkenal di Indonesia.</p>
<p>Sayangnya, seperti tahun-tahun sebelumnya yang saya rasakan pemainnya masih sama. Komoditi yang dipasarkan masih hampir sama juga. Barang-barang IT yang dijual berkisar laptop, notebook, printer, monitor dan barang-barang IT yang familiar dengan kita.</p>
<p>Sebenarnya, alasan saya datang ke sana Cuma ingin mencari dan membeli keyboard berwarna putih, yang akhirnya tidak saya temukan<span id="more-143"></span>. Rata-rata keyboard yang dijual berwarna hitam semua.  Menurut pendapat saya, sebaiknya pameran computer semacam ini dijadikan sarana edukasi masyarakat mengenai perkembangan teknologi computer dan memamerkan barang-barang kesukaan penggila IT.</p>
<p>Dalam masalah perkembangan teknologi misalnya di pameran tersebut operating system (OS) yang dipakai oleh computer kebanyakan Window (XP-Window 7), hal ini menimbulkan kesan bahwa computer identik dengan Window, akan lebih mendidik atau lebih menarik (mungkin) ada stan khusus pengenalan OS, missal linux , apple, dan lain-lain. Contoh berikutnya adalah yang dipamerkan rata-rata masih laptop, padahal teknologi computer sekrang sudah makin maju, dengan diproduksinya i-pad, BB, bahkan tidak ditemukan sama sekali saat pameran.</p>
<p>Berikutnya, bahwa penggila IT kadang tidak hanya butuh hardware, tapi butuh sesuatu yang unik mengenai IT, misalnya kaos, pin, stiker, accesoris yang berhubungan dengan IT. Atau sesuatu yang unik lainnya semacam computer overlock, computer classic, dan lain-lain.</p>
<p>Akhirnya, dalam tulisan ini saya hanya berharap bahwa pameran-pameran produk apa saja hendaknya mendidik masyarakat terkait perkembangan produk tersebut dan bukan sekadar memenuhi kebutuhan pengunjung saja. Semoga p-ameran berikutnya menjadi lebih baik… yang paling penting semoga pemeran computer berikutnya ada yang menjual keyboard berwarna putih <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akucatur.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akucatur.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akucatur.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akucatur.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akucatur.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akucatur.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akucatur.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akucatur.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akucatur.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akucatur.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akucatur.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akucatur.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akucatur.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akucatur.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akucatur.wordpress.com&amp;blog=6247427&amp;post=143&amp;subd=akucatur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akucatur.wordpress.com/2010/06/11/pameran-komputer-yang-kurang-mendidik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/323bdc554141c1c2e82bb0a1add79aca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akucatur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahasa Tulis Seharusnya Lebih Sopan</title>
		<link>http://akucatur.wordpress.com/2010/05/31/bahasa-tulis-seharusnya-lebih-sopan/</link>
		<comments>http://akucatur.wordpress.com/2010/05/31/bahasa-tulis-seharusnya-lebih-sopan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 May 2010 02:17:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>catur w</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan akhir bulan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akucatur.wordpress.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini, kita menemukan berapa banyak konflik terjadi hanya karena masalah perkataan. Misalnya bulan lalu ada salah seorang mahasiswa peguruan tinggi ternama menuliskan perkataan kekesalannya yang bernuansa SARA di dalam status facebooknya sehingga menuai protes dari kalangan lain yang merasa diremehkan. Dan banyak lagi masalah-masalah seperti itu akhir-akhir ini. Perkataan yang baik maupun yang buruk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akucatur.wordpress.com&amp;blog=6247427&amp;post=139&amp;subd=akucatur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini, kita menemukan berapa banyak konflik terjadi hanya karena masalah perkataan. Misalnya bulan lalu ada salah seorang mahasiswa peguruan tinggi ternama menuliskan perkataan kekesalannya yang bernuansa SARA di dalam status facebooknya sehingga menuai protes dari kalangan lain yang merasa diremehkan. Dan banyak lagi masalah-masalah seperti itu akhir-akhir ini.</p>
<p>Perkataan yang baik maupun yang buruk tentunya berasal dari hati orang yang menyatakan. Lisan manusia sering kali tidak terkontrol karena hati diliputi oleh hawa nafsu yang buruk, sehingga perkataan yang muncul pun terkadang tidak mempedulikan yang mendengar atau membaca. Kadang kala, kekasaran dalam bahasa lisan mudah ditolerir oleh pendengar karena memaklumi bahwa bahasa lisan biasanya bersifat spontan dan kadang susah ‘diedit’ setelah perkataan tersebut keluar. Berbeda dengan perkataan dalam bentuk tulisan, tentu saja si penulis harus berfikir dua kali untuk menuliskan perkataannya tadi. Si penulis dapat dengan mudah berulang kali membaca, mengedit, menyempurnakan,<span id="more-139"></span> menghaluskan kata-katanya supaya pesan yang disampaikan tidak menyakiti hati orang lain dan dapat diterima dengan baik.</p>
<p>Sayangnya, kita masih banyak mendapati tulisan-tulisan yang malah lebih kasar dari bahasa lisan. Banyak kita dapati tulisan-tulisan, status, komentar di berbagai situs jejaring social semisal facebook, twitter, wordpress dan lain sebagainya yang memicu konflik yang seharusnya tidak terjadi. Betapa banyak kasus-kasus yang beberapa malah sampai ke penegak hukum hanya karena tulisan singkat di status jejaring social beberapa orang yang mungkin kurang bisa menahan diri. Padahal, ‘tulisan’ adalah salah satu parameter keberadaban manusia. Kita pasti masih ingat pelajaran sejarah bahwa ditemukannya tulisan merupakan batas antara zanam pra sejarah dan zaman sejarah, di mana zaman sejarah memiliki peradaban yang lebih baik.</p>
<p>Betapa banyak ajaran Islam yang mengupas masalah perkataan, salah satunya di dalam ayat Al-Qur’an: “Tidak ada suatu ucapan yang diucapkan seseorang melainkan ada di dekat (pengucap)-nya (malaikat) pengawas yang selalu hadir (mencatat ucapan-ucapannya tersebut) (QS 50:18).</p>
<p>M. Quraish Shihab dalam bukunya ‘Lentera Hati’ menuliskan bahwa kata “pembicaraan” dalam bahasa Al-Qur’an dinamai ‘kalam’. Dari akar kata yang sama dibentuk kata yang berarti ‘luka’ agar menjadi peringatan bahwa kalam juga dapat melukai. Bahkan, luka yang diakibatkan oleh lidah lebih parah daripada yang diakibatkan oleh pisau.</p>
<p>Penjelasan di atas seharusnya mengantarkan manusia untuk selalu berhati-hati, memikirkan dan merenungkan apa yang akan diucapkan dan dituliskan. Anda menawan apa yang akan Anda ucapkan. Tetapi begitu terucapkan maka Andalah yang menjadi tawanannya.</p>
<p>Sekalipun menyampaikan kebaikan, kita juga dituntut untuk berhati-hati, memikirkan dan merenungkan. Seperti halnya sifat dasar umum redaksi-redaksi Al-Quran adalah singkat dan padat. Dengan sifatnya yang singkat yang padat tersebut sehingga seseorang mudah memahami Al-Qur’an. Rasulullah SAW juga pernah berkata bahwa: “Salah satu tanda kedalaman ilmu seseorang adalah mempersingkat khutbah (Jumat)”</p>
<p>Akhirnya kita perlu kembali mengkoreksi bagaimana selama ini kita berucap. Apakah sudah kita pikirkan dan renungkan pengaruh ucapan kita ? tulisan kita ? SMS kita ?. Peri bahasa bahwa ‘diam itu emas’ mungkin ada benarnya. Tanpa  susah-susah menelusuri asal peri bahasa itu, yang jelas maknanya sejalan dengan tuntunan agama.</p>
<p>Kulonprogo, 29 Mei 2010</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akucatur.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akucatur.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akucatur.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akucatur.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akucatur.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akucatur.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akucatur.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akucatur.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akucatur.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akucatur.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akucatur.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akucatur.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akucatur.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akucatur.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akucatur.wordpress.com&amp;blog=6247427&amp;post=139&amp;subd=akucatur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akucatur.wordpress.com/2010/05/31/bahasa-tulis-seharusnya-lebih-sopan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/323bdc554141c1c2e82bb0a1add79aca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akucatur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kaidah pokok penyaluran zakat</title>
		<link>http://akucatur.wordpress.com/2010/05/19/kaidah-pokok-penyaluran-zakat/</link>
		<comments>http://akucatur.wordpress.com/2010/05/19/kaidah-pokok-penyaluran-zakat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 05:42:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>catur w</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akucatur.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang telah dipercaya masyarakat, LAZIS UNS melakukan usaha-usaha untuk menyalurkan Zakat, Infaq dan Shodaqoh secara amanah dan sesuai syariah. Apa lagi dana zakat merupakan dana yang cukup banyak aturan penyalurannya, bahkan diatur tersendiri dalah Al-Qur’an yang kita kenal sebagai delapan asnaf. Allah SWT telah menentukan mustahik zakat di dalam firman-Nya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akucatur.wordpress.com&amp;blog=6247427&amp;post=133&amp;subd=akucatur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akucatur.files.wordpress.com/2010/05/adik-kakak-asuh-lazis-uns.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-134" title="SAMSUNG DIGIMAX A403" src="http://akucatur.files.wordpress.com/2010/05/adik-kakak-asuh-lazis-uns.jpg?w=255&#038;h=190" alt="" width="255" height="190" /></a>Sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang telah dipercaya masyarakat, LAZIS UNS melakukan usaha-usaha untuk menyalurkan Zakat, Infaq dan Shodaqoh secara amanah dan sesuai syariah. Apa lagi dana zakat merupakan dana yang cukup banyak aturan penyalurannya, bahkan diatur tersendiri dalah Al-Qur’an yang kita kenal sebagai delapan asnaf.<br />
Allah SWT telah menentukan mustahik zakat di dalam firman-Nya dalam surah At-Taubah ayat 60. Atas dasar ini, pengelola zakat tidak diperkenankan menyalurkan hasil pemungutan zakat kepada pihak lain di luar mustahik yang delapan di atas. Di sini, terdapat sebuah kaidah umum, bahwa pengelola zakat dalam melakukan pengalokasian, mereka harus mempertimbangkan kemaslahatan umat Islam semampunya. Dalam kaitan ini, pengelola zakat menghadapi beberapa masalah yang perlu dijelaskan, yaitu bagaimana mendistribusikan zakat kepada mustahik yang delapan. Dalam hal ini, para ulama ahli fikih telah membuat beberapa kaidah yang dapat membantu pengelola zakat dalam menyalurkan zakat, di antaranya adalah sebagai berikut:</p>
<p><strong>Alokasi atas dasar kecukupan dan keperluan. </strong></p>
<p>Sebagian ulama fikih berpendapat bahwa pengalokasian zakat kepada mustahik yang delapan haruslah berdasarkan tingkat kecukupan dan keperluannya masing-masing. Dengan menerapkan kaidah ini, maka akan terdapat surplus pada harta zakat, seperti yang terjadi pada masa pemerintahan Umar bin Khathab, Utsman bin Affan, dan Umar bin Abdul Aziz. Jika hal itu terjadi maka didistribusikan kembali, sehingga dapat mewujudkan kemaslahatan kaum muslimin seluruhnya. Atau, mungkin juga akan mengalami defisit (kekurangan), dimana pada saat itu, pengelola boleh menarik pungutan tambahan dari orang-orang yang kaya dengan syarat tertentu sebagai berikut: <span id="more-133"></span><br />
1. Kebutuhan yang sangat mendesak di samping tidak adanya sumber lain.<br />
2. Mendistribusikan pungutan tambahan tersebut dengan cara yang adil.<br />
3. Harus disalurkan demi kemaslahatan umat Islam.<br />
4. Mendapat restu dari tokoh-tokoh masyarakat Islam.</p>
<p><strong>Berdasarkan harta zakat yang terkumpul</strong></p>
<p>Sebagian ulama fikih berpendapat, harta zakat yang terkumpul itu dialokasikan kepada mustahik yang delapan sesuai dengan kondisi masing-masing. Kaidah ini akan mengakibatkan masing-masing mustahik tidak menerima zakat yang dapat mencukupi kebutuhannya dan menjadi wewenang pemerintah dalam mempertimbangkan mustahik mana saja yang lebih berhak daripada yang lain. Setiap kaidah yang disimpulkan dari sumber syariat Islam ini dapat diterapkan tergantung pada pendapatan zakat dan kondisi yang stabil.</p>
<p><strong>Penentuan Volume Yang Diterima Mustahik </strong></p>
<p>Dalam masalah ini, terdapat beberapa pendapat ulama fikih sebagai berikut:</p>
<p>Untuk masing-masing golongan mustahik zakat dialokasikan sebesar seperdelapan (1/8 atau 12,5%) dari total harta zakat yang terkumpul. Jika dana yang telah dialokasikan bagi suatu golongan itu tidak mencukupi, maka dapat diambil dari sisa dana yang dialokasikan untuk golongan mustahik lain. Apabila tidak ada juga, maka diambil dari sumber lain dari kas negara atau dengan cara mewajibkan pajak baru untuk menutupi kekurangan itu atas mereka yang kaya sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.<br />
Bagi setiap golongan mustahik zakat dialokasikan dana sesuai dengan kebutuhannya tanpa terikat dengan seperdelapannya. Apabila harta zakat yang terkumpul itu tidak mencukupi, maka diambil dari sumber lain dari kas negara atau dengan cara mewajibkan pungutan baru atas harta orang-orang kaya untuk menutupi kekurangan itu dengan syarat-syarat yang telah ditentukan oleh syariat Islam. (sumber dari <a href="http://www.lazis.uns.ac.id/mustahik.html">sini)</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akucatur.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akucatur.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akucatur.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akucatur.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akucatur.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akucatur.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akucatur.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akucatur.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akucatur.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akucatur.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akucatur.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akucatur.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akucatur.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akucatur.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akucatur.wordpress.com&amp;blog=6247427&amp;post=133&amp;subd=akucatur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akucatur.wordpress.com/2010/05/19/kaidah-pokok-penyaluran-zakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/323bdc554141c1c2e82bb0a1add79aca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akucatur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://akucatur.files.wordpress.com/2010/05/adik-kakak-asuh-lazis-uns.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">SAMSUNG DIGIMAX A403</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pinjaman Terbaik</title>
		<link>http://akucatur.wordpress.com/2010/03/11/pinjaman-terbaik/</link>
		<comments>http://akucatur.wordpress.com/2010/03/11/pinjaman-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 04:02:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>catur w</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan akhir bulan]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[waktu senggang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akucatur.wordpress.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa kitab sirah (sejarah) dan tafsir menjeaskan bahwa ketika turun ayat 245 Surat Al-Baqarah “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak”. Abu Dahdah Al-Anshari ra bertanya kepada Rasulullah saw, “Ya Rasul, Apakah Allah menginginkan agar kami meminjamkan kepada-Nya ?” Rasulullah menjawab, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akucatur.wordpress.com&amp;blog=6247427&amp;post=130&amp;subd=akucatur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akucatur.files.wordpress.com/2010/03/kurma.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-131" title="kurma" src="http://akucatur.files.wordpress.com/2010/03/kurma.jpg?w=136&#038;h=182" alt="" width="136" height="182" /></a>Beberapa kitab sirah (sejarah) dan tafsir menjeaskan bahwa ketika turun ayat 245 Surat Al-Baqarah “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak”. Abu Dahdah Al-Anshari ra bertanya kepada Rasulullah saw, “Ya Rasul, Apakah Allah menginginkan agar kami meminjamkan kepada-Nya ?” Rasulullah menjawab, “Benar, Wahai Abu Dahdah.” Lalu Abu Dahdah berkata kepada beliau, “Perlihatkan tanganmu ya Rasul.                “ Lalu beliau menyodorkan tangannya kepada Abu Dahdah dan Abu Dahdah berkata, “Saksikanlah wahai Rasul, bahwa aku telah meminjamkan kebunku untuk Rabbku.”</p>
<p>Setelah itu Abu Dahdah pergi ke kebunnya. Di sana ada istri dan anak-anaknya. Ia memanggil istri dan anak-anaknya. “Hai istriku.” Isrinya menjawab, “ya” Abu Dahdah berkata, “Keluarlah engkau dan anak-anak dari kebun ini. Sesungguhnya aku telah meminjamkan kebun ini kepada Allah.” Istrinya menjawab, “Beruntunglah jual belimu itu, wahai Abu Dahdah.” Lalu istri dan anak-anaknya keluar dari kebun dan mengeluarkan kurma yang mereka kunyah dan kurma yang ada di kantong mereka lalu meletakkannya di kebun. Lalu Rasulullah bersabda, “Betapa banyak tandan anggur yang lebat untuk Abu Dahdah di surga <span id="more-130"></span>(Hadist Riwayat : Muslim)</p>
<p>Dalam kebun Abu Dahdah tersebut ternyata terdapat 600 pohon kurma yang telah masak. Abu Dahdah adalah seorang sahabat Anshar dan dikenal dengan nama Abu Dahdah Tsabit bin Dahdah ra. Ia ikut dalam perang Uhud dan menemui syahidnya di sana.</p>
<p>Sungguh begitu banyak teladan yang bisa kita petik dari kisah-kisah orang-orang terdahulu. Khusus dalam hal sedekah, banyak dari mereka yang tidak tanggung-tanggung menyedekahkan hartanya. Dari Abu Bakar ra yang menyedekahkan seluruh hartanya, Umar bin Khattab yang menyedekahkan separuh hartanya sampai Abu Dahdah, meyedekahkan seluruh kebun kurma siap panen kepada kepentingan umat Islam di masa itu. Semangat bersdedekah mereka tentunya berawal dari banyak faktor, utamanya  adalah faktor keimanan kepada Allah SWT serta janji Allah SWT akan surga-Nya. Namun yang menarik adalah bahwa mereka bersedekah dan berbuat kebaikan lainnya didorong oleh dukungan keluarga- istri dan anak-anaknya.</p>
<p>Mungkin dukungan keluarga  itulah yang diperlukan agar kita selalu ingat untuk selalu melaksanakan kebaikan. Oleh karenanya Allah SWT juga memberi peringatan kepada kita dalam hal memilih pasangan <strong>“</strong><strong>Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula.” </strong><em>(QS. An Nuur:26). </em></p>
<p>Hidup di jaman yang tidak pasti seperti saat ini, selalu ada cobaan dan hambatan dalam berbuat kebaikan. Misalnya niat sedekah tapi  saat itu juga terbesit dalam hati rasa kurang percaya kepada dhuafa, apakah mereka menggunakan sedekah kita dengan benar atau tidak. Maka dari itu, semua amalan memang harus diawalai dengan niat yang benar, bersih dari riya (sombong) serta didukung dengan informasi kuat mengenai manfaat amalan-amalan kita sehingga bisa memperkuat niat dan semangat kita (ditulis dalam epilog majalah <a href="http://www.lazis.uns.ac.id/majalahenha.html">enha</a> edisi 15- gambar dari <a href="http://2.bp.blogspot.com/__q3hENN8oI8/SC7EsiAPrQI/AAAAAAAAAGE/ODfaPhPMhCE/s320/kurma.jpg">sini</a>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akucatur.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akucatur.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akucatur.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akucatur.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akucatur.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akucatur.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akucatur.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akucatur.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akucatur.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akucatur.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akucatur.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akucatur.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akucatur.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akucatur.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akucatur.wordpress.com&amp;blog=6247427&amp;post=130&amp;subd=akucatur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akucatur.wordpress.com/2010/03/11/pinjaman-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/323bdc554141c1c2e82bb0a1add79aca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akucatur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://akucatur.files.wordpress.com/2010/03/kurma.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">kurma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Radikalisme Masuki Masjid Nurul Huda UNS ?</title>
		<link>http://akucatur.wordpress.com/2010/01/30/radikalisme-masuki-masjid-nurul-huda-uns/</link>
		<comments>http://akucatur.wordpress.com/2010/01/30/radikalisme-masuki-masjid-nurul-huda-uns/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 01:28:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>catur w</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan akhir bulan]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akucatur.wordpress.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[Adanya publikasi riset  bahwa Masjid Nurul Huda UNS menjadi tempat berkembangnya radikalisme perlu dikaji kembali. Beberapa kesimpulan penelitian tersebut dimuat dalam harian Republika Jum’at 8 Januari 2010 dengan judul ‘Penelitian: Radikalisme Masuki Masjid’.  Sumber berita tersebut merupakan hasil dari riset CSRC (Center for the Study of Religion and Culture) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di beberapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akucatur.wordpress.com&amp;blog=6247427&amp;post=126&amp;subd=akucatur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akucatur.files.wordpress.com/2010/01/imgp3422.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-127" title="IMGP3422" src="http://akucatur.files.wordpress.com/2010/01/imgp3422.jpg?w=235&#038;h=176" alt="" width="235" height="176" /></a>Adanya publikasi riset  bahwa Masjid Nurul Huda UNS menjadi tempat berkembangnya radikalisme perlu dikaji kembali. Beberapa kesimpulan penelitian tersebut dimuat dalam harian Republika Jum’at 8 Januari 2010 dengan judul ‘Penelitian: Radikalisme Masuki Masjid’.  Sumber berita tersebut merupakan hasil dari riset CSRC (Center for the Study of Religion and Culture) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di beberapa masjid di Solo beberapa bulan yang lalu.</p>
<p>Riset  dengan tajuk <em>Pemetaan Ideologi Masjid-masjid di Solo tersebut merupakan tindak lanjut dari riset sebelumnya, </em>yaitu pemetaan terhadap ideologi masjid yang ada di Jakarta. Sepuluh masjid yang menjadi objek riset tersebut adalah Masjid Kottabarat (Muhammadiyah) dan Masjid Al Firdaus (NU) yang dimasukkan dalam kategori masjid yang ada di bawah naungan ormas Islam besar. Lalu, Masjid Al Islam Gumuk dan Al-Kahfi Hidayatullah. <span id="more-126"></span></p>
<p>Kedua masjid tersebut memiliki afiliasi dengan organisasi FPI Surakarta dan Hidayatullah. Kemudian, Masjid Kampus UNS Nurul Huda dan Masjid Pesantren Jamsaren yang merupakan masjid yang berada di lingkungan pendidikan.</p>
<p>Selain itu, ada pula Masjid Al-Muttaqien dan Masjid Kompleks al-Hikmah yang berada di tengah masyarakat heterogen/non-Muslim dan suku-suku yang berbeda. Dan, Masjid Agung dan Masjid Besar Laweyan yang berada di bawah pemerintah. Irfan mengatakan, yang diteliti adalah pengurus masjid dan pengajar.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Menjadi Perhatian di UNS</span></p>
<p>Hasil riset tersebut mengatakan bahwa di Masjid Al-Muttaqien tingkat radikalismenya cukup tinggi. Sedangkan, tingkat radikalisme yang lebih rendah ada di Masjid Kampus UNS Nurul Huda, Masjid Pesantren Jamsaren, dan Masjid Kompleks al-Hikmah. Sedangkan  istilah Islam radikal yang digunakan dalam penelitian ini diartikan sebagai Islam yang menjalankan ajaran Alquran dan hadis secara utuh, tidak toleran, serta memperjuangkan Islam total dan berdirinya kekhalifahan Islam.</p>
<p>Pasca dimuatnya berita tersebut, beberapa pejabat kampus melakukan klarifikasi kepada beberapa lembaga yang berada di Masjid Nurul Huda UNS. Kesan negatif pun muncul karena istilah radikalisme sekarang terkesan negatif, karena sangat dekat dengan istilah fundamentalisme dan terorisme. Salah kaprah mengenai istilah radikalisme juga ikut mendukung kesan negatif tersebut.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Apa  itu Radikalisme ?</span></p>
<p>Memasyarakatnya istilah radikalisme diawali dengan terjadinya kasus pengeboman hotel JW Marriot dan Ritz Carlton beberapa waktu lalu, ditambah lagi dengan digelarnya diskusi dan seminar tentang terorisme  dan radikalisme.  Seakan-akan opini yang akan dibentuk adalah:  aksi-aksi terorisme bersumber dari pemahaman agama yang radikal. Meskipun banyak yang berkata, terorisme tidak ada hubungannya dengan agama tertentu. Namun, ada yang berkesimpulan, untuk membendung terorisme, maka pemahaman agama yang radikal harus dicegah atau diberantas.</p>
<p>Sedikit banyak muncul suasana antagonis antara pemerintah dengan sebagian umat Islam. Setidaknya, muncul situasi saling curiga antar komunitas bangsa, bahkan sesama umat Islam pun tercipta kondisi semacam itu. Mungkin tanpa sadar, ada yang  terseret pada situasi adu-domba satu sama lain. Saling tuding, saling cerca, dan saling benci, terjadi hanya karena perbedaan pandangan tentang Islam, terorisme, demokrasi, dan sebagainya. Yang satu dituduh radikal, yang lain dituduh antek Barat. Yang satu pro-thaghut, yang lain dicap antek-teroris. Situasi seperti itu tentunya tidak mungkin dikehendaki oleh umat Islam.<br />
Di tengah situasi seperti ini, muncul pemikiran bahwa radikalisme keagamaan harus diberantas. Pertanyaannya, secara akademis, perlu dirumuskan, apa definisi radikalisme dan siapa saja yang disebut kaum radikal tersebut?  Kita perlu berfikir jernih tentang masalah ini, lepas dari tekanan politik atau gelombang besar opini global yang menempatkan kaum radikal atau militan sebagai pihak yang jahat dan bertanggungjawab atas segala teror. Menyusul berakhirnya Perang Dingin, 1990, dimunculkan wacana bahwa musuh dunia yang utama adalah kaum fundamentalis Islam. Keluarlah buku-buku yang mendefinisikan apa itu fundamentalis Islam dan siapa saja mereka.</p>
<p>Pendekatan historis merupakan faktor yang penting untuk memahami fundamentalisme Islam. Hasan Hanafi menyamakan istilah ‘Fundamentalisme Islam’ dengan ‘Salafiah’. Di Mesir, istilah fundamentalisme mengemuka saat investigasi terjadinya pembunuhan Presiden Anwar Sadad. Terungkap dalam investigasi ini bahwa anggota-anggota organisasi yang disebut fundamentalis ini sanagat antusias membaca sejarah, terutama kitab al-Bidayah wa an-Nihayah karya Ibnu Katsir, untuk mengetahui dinamika perjalanan peradaban Islam. Untuk mengetahui bagaimana peradaban yang adiluhung ini berkembang, berdiri dan mencapai kejayaan sampai akhirnya runtuh. Bisa diartikan juga fundamentalisme adalah romatisme sejarah akan kembalinya kejayaan Islam di masa depan. Romantisme masa lalu ini begitu hebat mencengkeram pikiran sampai-sampai gerakan Salafiah berhalauan konserfatif-puritanisme ingin meninggalkan pesawat terbang dan mengajak kita untuk kembali naik kuda dan onta.</p>
<p>Perang melawan fundamentalis akhirnya tidak banyak membawa hasil. Definisi fundamentalis seringkali kabur dan dilebarkan kemana-mana. Dunia tidak semakin damai. Harapan dunia yang aman setelah komunis runtuh, tidak terwujud. Upaya menemukan musuh baru bagi dunia Barat setelah komunis runtuh terus dilakukan oleh kalangan tertentu di Barat. Samuel P. Huntington, dalam bukunya, The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order, secara terang-terangan menulis:  “It is human to hate. For self definition and motivation people need enemies: competitors in business, rivals in achievement, opponents in politics.” Jadi, kata Huntington, adalah manusiawi untuk membenci. Demi tujuan menentukan jati diri dan membangkitkan motivasi, masyarakat memang perlu adanya musuh.</p>
<p>Tiga tahun setelah peristiwa 11 September 2001, Huntington kembali menegaskan perlunya musuh baru bagi Amerika Serikat dan Barat. Dan katanya, musuh itu sudah ketemu, yaitu kaum Islam militan. Dalam bukunya, Who Are We? (2004), Huntington menempatkan satu sub-bab berjudul “Militant Islam vs. America”, yang menekankan, bahwa saat ini, Islam militan telah menggantikan posisi Uni Soviet sebagai musuh utama AS. “The rhetoric of America’s ideological war with militant communism has been transferred to its religious and cultural war with militant Islam…This new war between militant Islam and America has many similarities to the Cold War. Muslim hostility encourages Americans to define their identity in religious and cultural terms, just as the Cold War promoted political and creedal definitions of that identity.”</p>
<p>Setelah itu, entah ada hubungan dengan pemikiran Huntington atau tidak,  terjadilah “perburuan Islam militan” atau “Islam radikal”.  Tetapi, lagi-lagi, sebagaimana dalam kebijakan perang melawan fundamentalisme, definisi ”radikalisme” itu sendiri tidak diselesaikan secara akademis. Siapakah kaum radikal yang harus diperangi? Mengapa mereka disebut radikal? Sejumlah kajian di Indonesia sudah secara terbuka menyebut beberapa kelompok Islam berpaham radikal. Pemetaan-pemetaan telah banyak dilakukan, sebagian umat Islam dicap radikal, sebagian lain dicap moderat, dan sebagainya. Mirip dengan situasi di zaman penjajahan.</p>
<p>Tapi, di masa penjajahan Belanda, kata ‘radikal’ bermakna positif bagi pejuang kemerdekaan RI.  Bahkan, tahun 1918, di Indonesia terbentuk apa yang disebut sebagai “Radicale Concentratie”, yang terdiri atas Budi Utomo, Sarekat Islam, Insulinde, dan Indische Sociaal Democratische Vereniging. Tujuannya untuk membentuk parlemen yang terdiri atas wakil-wakil yang dipilih dari kalangan rakyat.     ‘Radikalisme’ berasal dari bahasa Latin “radix, radicis”, artinya akar ; (radicula, radiculae: akar kecil). Berbagai makna radikalisme, kemudian mengacu pada akar kata “akar” ini. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990), radikal diartikan sebagai “secara menyeluruh”, “habis-habisan”, “amat keras menuntut perubahan”, dan “maju dalam berpikir atau bertindak”. Sedangkan “radikalisme”, diartikan sebagai: “paham atau aliran yang radikal dalam politik”, “paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaruan sosial dan politik dengan cara yang keras atau drastis”, “sikap ekstrim di suatu aliran politik”.</p>
<p>Di Indonesia, dalam aplikasinya untuk kelompok-kelompok Islam, kata radikal mendapatkan makna khusus. Tahun 2004, Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta  menerbitkan buku berjudul “Gerakan Salafi Radikal di Indonesia” Ada empat kelompok yang mendapat cap “salafi radikal” dalam buku ini, yaitu Front Pembela Islam (FPI), Laskar Jihad, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), dan Hizbuttahrir</p>
<p>Menurut buku ini, kriteria ‘Islam radikal’ adalah : <em>pertama,</em> mempunyai keyakinan ideologis tinggi dan fanatik yang mereka perjuangkan untuk menggantikan tatanan nilai dan sistem yang sedang berlangsung; <em>kedua,</em> dalam kegiatannya mereka seringkali menggunakan aksi-aksi yang keras, bahkan tidak menutup kemungkinan kasar terhadap kegiatan kelompok lain yang dinilai bertentangan dengan keyakinan mereka, <em>ketiga</em> secara sosio-kultural dan sosio-religius, kelompok radikal mempunyai ikatan kelompok yang kuat dan menampilkan ciri-ciri penampilan diri dan ritual yang khas. <em>keempat</em> Kelompok ‘Islam radikal’ seringkali bergerak  secara bergerilya, walaupun banyak juga yang bergerak secara terang-terangan.</p>
<p>Tentang ideologi ‘Islam radikal’, buku ini mengutip pendapat John L. Esposito (dari bukunya, Islam: The Straight Path), yang lebih suka menggunakan istilah ‘Islam revivalis’. Pertama, mereka berpendapat bahwa Islam adalah sebuah pandangan hidup yang komprehensif dan bersifat total, sehingga Islam tidak dipisahkan dari politik, hukum, dan masyarakat. Kedua, mereka seringkali menganggap bahwa ideologi  masyarakat Barat yang sekular dan cenderung materislistis harus ditolak. Ketiga, mereka cenderung mengajak pengikutnya untuk ‘kembali kepada Islam’ sebagai sebuah usaha untuk perubahan sosial. Keempat, karena idelogi masyarakat Barat harus ditolak, maka secara otomatis peraturan-peraturan sosial yang lahir dari tradisi Barat, juga harus ditolak. Kelima, mereka tidak menolak modernisasi sejauh tidak bertentangan dengan standar ortodoksi keagamaan yang telah mereka anggap mapan, dan tidak merusak sesuatu yang mereka anggap sebagai kebenaran yang sudah final. Keenam, mereka berkeyakinan, bahwa upaya-upaya Islamisasi pada masyarakat Muslim tidak akan berhasil  tanpa menekankan aspek pengorganisasian ataupun pembentukan sebuah kelompok yang kuat.</p>
<p>Kita bertanya, apakah salah jika seorang Muslim meyakini agamanya sebagai satu kebenaran dan tata aturan sistem kehidupan yang sempurna?  Bukankah menjamurnya lembaga-lembaga ekonomi syariah juga dijiwai dengan pemikiran dan semangat yang sama? Jika kita membaca pemikiran dan kiprah para pejuang Islam yang juga pendiri bangsa ini, seperti KH Wahid Hasjim, M. Natsir, Haji Agus Salim, Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo, dan sebagainya, dapat disimak bagaimana kuatnya keyakinan mereka pada agamanya dan gigihnya mereka dalam memperjuangkan cita-cita Islam di Indonesia. Namun, mereka tetap berupaya memperjuangkannya secara konstitusional.</p>
<p>Karena itu, sebenarnya, penggunaan istilah “radikalisme” dan “Islam radikal”  untuk menunjuk kepada jenis pemahaman Islam tertentu, akan sangat problematis. Istilah ini lebih banyak bernuansa politis, ketimbang akademis. Apalagi, jika istilah ini digunakan hanya untuk melakukan stigmatisasi terhadap kelompok-kelompok Islam tertentu.  Sebab, istilah ”radikalisme” tidak memiliki padanan dalam konsep pemikiran Islam. Lebih tepat sebenarnya digunakan istilah ”ekstrimisme” dalam Islam. Istilah ini ada padanan katanya dalam kosa kata pemikiran Islam, yaitu ”tatharruf” atau ”ghuluw.”  Yakni, sikap  berlebih-lebihan dalam agama, yang memang dilarang oleh Nabi Muhammad saw.</p>
<p>Akhirnya sebagai masyarakat akademis, tentunya kita harus memiliki sikap kritis mengenai permasalahan yang ada. Apalagi megenai hal-hal yang sensitif mengenai istilah-istilah yang cenderung memojokkan Islam yang akhirnya kontraproduktif dengan perkembangan dakwah Islam saat ini.</p>
<p>Referensi:</p>
<p>Adian Husaini : <a href="http://insistnet.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=166&amp;Itemid=57"><em>Radikalisme atau Ekstrimisme?</em> </a>, <a href="http://insistnet.com/">http://insistnet.com</a></p>
<p>Harian Republika Jum’at 8 Januari 2010 (berita lengkap bisa dilihat <a href="http://koran.republika.co.id/koran/14/100781/Penelitian_Radikalisme_Masuki_Masjid">di sini</a> atai <a href="http://zanikhan.multiply.com/journal/item/9970">di sini</a>)</p>
<p>Hasan Hanafi : <em>Aku Bagian dari Fundamentalisme Islam</em> : Penerbit Islamika</p>
<p>Ket:</p>
<p>Foto: Interior masjid nurul huda UNS</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akucatur.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akucatur.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akucatur.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akucatur.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akucatur.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akucatur.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akucatur.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akucatur.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akucatur.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akucatur.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akucatur.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akucatur.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akucatur.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akucatur.wordpress.com/126/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akucatur.wordpress.com&amp;blog=6247427&amp;post=126&amp;subd=akucatur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akucatur.wordpress.com/2010/01/30/radikalisme-masuki-masjid-nurul-huda-uns/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/323bdc554141c1c2e82bb0a1add79aca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akucatur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://akucatur.files.wordpress.com/2010/01/imgp3422.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMGP3422</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Muslims Have No Monopoly over ‘Allah’</title>
		<link>http://akucatur.wordpress.com/2010/01/26/muslims-have-no-monopoly-over-%e2%80%98allah%e2%80%99/</link>
		<comments>http://akucatur.wordpress.com/2010/01/26/muslims-have-no-monopoly-over-%e2%80%98allah%e2%80%99/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 06:40:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>catur w</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akucatur.wordpress.com/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[By Anwar Ibrahim Malaysia has once again resurfaced in international headlines for the wrong reasons. Over the last two weeks, arsonists and vandals attacked 10 places of worship, including Christian churches and Sikh temples. Though there were no injuries and the material damage is reparable, the same cannot be said about the emotional and psychological [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akucatur.wordpress.com&amp;blog=6247427&amp;post=121&amp;subd=akucatur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By <a href="http://anwaribrahimblog.com/" target="_blank"><strong>Anwar Ibrahim</strong></a></p>
<p><a href="http://akucatur.files.wordpress.com/2010/01/allah1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-122" title="allah1" src="http://akucatur.files.wordpress.com/2010/01/allah1.jpg?w=171&#038;h=125" alt="" width="171" height="125" /></a>Malaysia has once again resurfaced in international headlines for the wrong reasons. Over the last two weeks, arsonists and vandals attacked 10 places of worship, including Christian churches and Sikh temples. Though there were no injuries and the material damage is reparable, the same cannot be said about the emotional and psychological scars left behind. After numerous conflicting statements from government officials, the underlying causes of the violence are still unaddressed. Malaysia’s reputation as a nation at peace with its ethnic and religious diversity is at stake.<span id="more-121"></span></p>
<p>Malaysia’s poor handling of religious and sectarian issues is not unique. The ill treatment of minority groups in Muslim countries is often worse than the actions Muslims decry in the West. I have called attention to the broader need in the Muslim world for leadership that demonstrates consistency and credibility in our call for justice, fairness and pluralism. These values are embedded in the Islamic tradition as the higher objectives of Shariah expounded by the 12th-century jurist al-Shatibi.</p>
<p>We have seen Muslims around the world protest against discriminatory laws passed in supposedly liberal and progressive countries in the West. Yet just as France and Germany have their issues with the burqa and Switzerland with its minarets, so too does Malaysia frequently fail to offer a safe and secure environment that accommodates its minority communities.</p>
<p>The recent arson attacks exemplify what’s wrong with the way Malaysia regards its non-Muslim citizens. The attacks were provoked by a controversy over the use of the word “Allah” by Malaysia’s Christian community, which numbers over two million, or about 10% of the population. In late 2007, the Home Ministry banned the use of the word by the Herald, a Catholic newspaper, and later confiscated 15,000 copies of Malay-language Bibles imported from Indonesia in which the word for God is translated as “Allah.” A Dec. 31, 2009 ruling by the Kuala Lumpur High Court overruled the earlier ban, asserting constitutional guarantees regarding the freedom of religion in Malaysia. Since then, an already tense situation boiled over, largely due to incitement by a few reckless politicians, the mainstream media and a handful of nongovernmental organizations linked by membership and leadership to the United Malays National Organization, the ruling party.</p>
<p>For example, Utusan Malaysia, the nation’s largest Malay-language daily—which is also owned by UMNO—has inflamed Muslim religious sentiments by accusing non-Muslims of desecrating the name of the “Muslim” God and alleging a Christian conspiracy to overrun this predominantly Muslim nation through conversion. I have seen these incendiary propaganda techniques used before, when politicians and demagogues exploit public sentiment to garner support by fomenting fear. Such tactics are useful diversions from embarrassing scandals ranging from controversial court decisions, to allegations of exorbitant commissions extracted from military procurements, to the theft of two jet engines from the inventory of the Royal Malaysian Air Force. This behavior has been exacerbated since the ruling party lost its two-thirds majority in parliament last year. UMNO is now desperately struggling to regain public support.</p>
<p>Few Muslims around the world would endorse the claim that we have a monopoly on the word “Allah.” It is accepted that the word was already in the lexicon of pre-Islamic Arabs. Arabic’s sister Semitic languages also refer to God as “Allah”: namely, “Elaha” in Aramaic, and “Elohim” in Hebrew. Historical manuscripts prove that Arabic-speaking Muslims, Christian and Jews have collectively prayed to God, the Creator and Sustainer of the Universe, as “Allah” for over 1,400 years. The history of Islam in Southeast Asia is known for its pluralistic and inclusive traditions, and amicable relations between Muslims and non-Muslims have been the norm for generations.</p>
<p>Muslim scholars outside of Malaysia thus find our “Allah” issue absurd and cannot fathom why it has sparked protest and outrage. Minority Muslim populations living in the West, particularly in the aftermath of 9/11, have diligently tried to remind the public that Muslims, Christians and Jews share common Abrahamic roots and ultimately worship the same God.</p>
<p>Local sensitivities have been aroused over this issue. They should be handled through dialogue and engagement. Instead of permeating a sense of insecurity or a siege mentality, Muslims must be encouraged to engage and present their concerns to the Christians in a constructive manner. The example of Muslim Spain is a moment in our history to which Malaysian Muslims should aspire. But efforts toward fostering a convivencia are not only found in the past. The ongoing “Common Word” initiative, a global effort launched in 2007 that captured the support of over 130 of the world’s most prominent Muslim scholars, has made historic progress towards building goodwill among Muslims and Christians to find ways to live in sincere peace and harmony. It is ironic that noble efforts such as these are being undone by the actions of Muslims themselves.</p>
<p>Malaysia’s international reputation has taken a beating since Prime Minister Najib Razak was sworn in last year. Despite his efforts to promote national unity, news about the caning of a young Muslim woman charged with drinking, the mutilation of a cow head in protest of the construction of a Hindu temple, ill treatment of Muslim converts who revert to their earlier faith and even the outlawing of the practice of yoga by Muslims have many at home and abroad wondering which direction Malaysia is headed under Mr. Najib’s leadership. There are already misgivings about governance, human rights, the rule of law and rampant corruption; Malaysia dropped 10 spots on Transparency International’s 2009 Corruption Perception Index, our worst showing in over 15 years. The vision of Malaysia as a peaceful and stable location for investment, tourism and migration is now in peril.</p>
<p>This matters most for Malaysians who have to contend with an increasingly polarized social and political landscape. Malaysia cannot afford to be held hostage by the vested interests of a few who manipulate faith and identity as a means to elicit fear for political and economic gain. This is old politics, and it has become clear that those who incite hatred are only doing so to prolong their monopoly on power. The majority of Malaysians reject this approach. They realize that overcoming the challenges we face—a stagnant economy, declining educational standards and rising crime—depends on our ability as a nation to internalize and make real the principles of fairness and justice to all.  sumber dari <a href="http://anwaribrahimblog.com/2010/01/26/muslims-have-no-monopoly-over-allah/" target="_blank">sini</a> insert gambar dari<a href="http://mudz069.files.wordpress.com/2009/08/allah1.jpg"> sini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akucatur.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akucatur.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akucatur.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akucatur.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akucatur.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akucatur.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akucatur.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akucatur.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akucatur.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akucatur.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akucatur.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akucatur.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akucatur.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akucatur.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akucatur.wordpress.com&amp;blog=6247427&amp;post=121&amp;subd=akucatur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akucatur.wordpress.com/2010/01/26/muslims-have-no-monopoly-over-%e2%80%98allah%e2%80%99/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/323bdc554141c1c2e82bb0a1add79aca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akucatur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://akucatur.files.wordpress.com/2010/01/allah1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">allah1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jika Meja dan Rak jadi satu dan dapat dilipat &#8230;</title>
		<link>http://akucatur.wordpress.com/2010/01/25/jika-meja-dan-rak-jadi-satu-dan-dapat-dilipat/</link>
		<comments>http://akucatur.wordpress.com/2010/01/25/jika-meja-dan-rak-jadi-satu-dan-dapat-dilipat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 06:11:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>catur w</dc:creator>
				<category><![CDATA[desain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akucatur.wordpress.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Desain meja kerja yang kreatif, di mana rak dan meja menjadi satu dan dapat di tutup seperti lemari. Penambahan roda di bawah meja dan rak ini memudahkan pemiliknya jika sewaktu-waktu ingin merubah suasana.. sumber: dari sini<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akucatur.wordpress.com&amp;blog=6247427&amp;post=115&amp;subd=akucatur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akucatur.files.wordpress.com/2010/01/jika-meja-dan-rak-jadi-satu2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-118" title="Jika meja dan rak jadi satu" src="http://akucatur.files.wordpress.com/2010/01/jika-meja-dan-rak-jadi-satu2.jpg?w=332&#038;h=375" alt="" width="332" height="375" /></a>Desain meja kerja yang kreatif, di mana rak dan meja menjadi satu dan dapat di tutup seperti lemari. Penambahan roda di bawah meja dan rak ini memudahkan pemiliknya jika sewaktu-waktu ingin merubah suasana..</p>
<p>sumber: <a href="http://www.unplggd.com/unplggd/shelving-storage/the-tiny-office-trunk-station-ad-044132" target="_blank">dari sini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akucatur.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akucatur.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akucatur.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akucatur.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akucatur.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akucatur.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akucatur.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akucatur.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akucatur.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akucatur.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akucatur.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akucatur.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akucatur.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akucatur.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akucatur.wordpress.com&amp;blog=6247427&amp;post=115&amp;subd=akucatur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akucatur.wordpress.com/2010/01/25/jika-meja-dan-rak-jadi-satu-dan-dapat-dilipat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/323bdc554141c1c2e82bb0a1add79aca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akucatur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://akucatur.files.wordpress.com/2010/01/jika-meja-dan-rak-jadi-satu2.jpg?w=265" medium="image">
			<media:title type="html">Jika meja dan rak jadi satu</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
