Arah Qiblat di Bulan ?
Dalam sesi Tanya jawab saat pengajian ada salah seorang jamaah bertanya “Jika kita melaksanakan sholat di bulan, kita menghadap ke mana ? “ Seperti ada yang memberi komando, banyak peserta pengajian yang lain tertawa geli dengan pertanyaan tadi meskipun ada pula yang sangat antusias mendengar jawaan dari sang ustadz. Kejadian di atas mungkin pernah kita alami di pengajian atau di pertemuan ilmiyah lainnya. Terkadang suatu pertanyaan sepintas terlihat sebagai pengetahuan tentang agama, tetapi sebenarnya agama tidak merestuinya. Contoh lain misalnya tentang pertanyaan dan jawaban yang ditulis oleh Imam Ghazali mengenai puasa. Seseorang bertanya: “Apakah Anda puasa ?” apabila Anda menjawab “ya”, maka jawaban ini dapat menimbulkan rasa sombong atau riya’. Namun apabila Anda menjawab “tidak” sedangkan anda saat itu berpuasa, maka Anda telah bohong. Bila Anda diam saja dan tidak menjawab Anda akan dinilai angkuh, dan bila Anda akan menjawab diplomatis maka Anda akan dipaksa memeras otak untuk menemukan redaksi yang tepat. Dalam tuntunan Islam, bertanya pun diatur agar kita tidak bertanya sembarangan. “Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu menanyakan hal-hal yang jika diterangkan kepada kamu, maka (hal itu) akan menyusahkanmu” (QS 5:101). Jadi kembali kepertanyaan salah seorang jamaah pengajian di atas, lalu sang ustadz menjawab: “Masalah ini akan kita bahas jika sudah ada seorang Muslim yang mendarat di bulan, sedangkan ia binggung saat sholat mau menghadap ke mana”. (ilustrasi dari sini)
Filed under: Dunia Islam, Kajian, waktu senggang | Leave a Comment

No Responses Yet to “Arah Qiblat di Bulan ?”